Tentang keterpurukan Persib Musim Ini

Ini hanya tulisan seorang supporter, tidak lebih dari sekedar pendapat tentang tim kesayangannya Persib Bandung yang berdarah-darah mengarungi liga musim ini. Kenapa saya sebut berdarah-darah? Ya, bagi klub sekelas Persib dengan antusias bobotoh yang tinggi, dihuni pemain kelas 1 berlabel tim nasional dan didukung sisi finansial yang mapan, seharusnya klub ini jauh lebih baik daripada klub yang sekedar untuk menggaji pemain dan officialnya saja selalu kebingungan. Posisi Persib di klasemen sementara ISL 2010/2011 sekarang ini jauh dari kata layak untuk tim dengan predikat manajemen terbaik musim lalu ini, bahkan diawal musim Persib sempat terperosok ke dasar klasemen, walaupun kini “sang maung” berhasil memperbaiki posisinya di klasemen sementara ISL, namun papan tengah jelas bukan tempat yang nyaman dan memang bukan tempat yang seharusnya.


Meminjam kalimat pelatih Persib Daniel Roekito bahwa keterpurukan Persib musim ini adalah warisan pra musim, hal ini saya setujui. Karena memang sejak persiapan sebelum liga bergulir bahkan hingga sekarang , “gonjang-ganjing” di tubuh manajemen Persib belum juga usai. Sementara saya pribadi menilai bahwa kisruh panjang manajemen ini justru berawal dari penunjukkan Daniel Darko Janackovic sebagai pelatih kepala kala itu.


Keputusan untuk merekrut DDJ saat itu merupakan sebuah blunder bagi manajemen dan penyandang dana, dimana hal itu seperti menjadi sebuah keputusan yang dipaksakan. Sebab semua bobotoh tau saat itu manajemen begitu “keukeuh” untuk mendatangkan Robert Rene Albert atau Rahmad Darmawan yang dalam penilaian manajemen lebih tau seluk beluk kompetisi nasional selain keduanya sudah teruji dan terbukti berprestasi di kancah ISL. Di sisi lain penyandang dana juga “keukeuh” untuk merekrut DDJ yang dinilai paling cocok untuk menangani Persib dengan referensi dari seorang pelatih kelas dunia Bora Milutinovic, disini sudah mulai terjadi ketidaksolidan di tubuh Persib.


Saat DDJ sudah resmi menjadi pelatih Persib saat itu, berbagai masalah yang berakibat pada ketidak harmonisan antara pelatih dan manajemen mulai muncul diawali dengan perbedaan pendapat tentang pemain mana saja yang direkrut dan pemain mana saja yang dipertahankan dari skuad musim sebelumnya. Sehingga muncul tudingan-tudingan baik kepada pelatih maupun manajemen bahwa mereka bekerja sama dengan agen pemain untuk mendapatkan keuntungan dari kontrak pemain yang direkrut Persib. Dan memang tak bisa dipungkiri perekrutan beberapa pemain di awal musim seperti dipaksakan entah karena faktor kedekatan atau faktor lain yang tidak diketahui bobotoh pada umumnya.


Karakter DDJ yang berasal dari Eropa Timur yang keras dan tegas rupanya tidak sepenuhnya diterima pemain, puncaknya terjadi saat TC di Cirebon, bobotoh mengingatnya dengan “tragedi gelas”. Dimana seorang pemain memecahkan gelas karena ditegur terlambat datang untuk makan siang bersama di hotel tempat Persib menginap. Hasilnya TC pun dihentikan dan semua pemain memberikan sikap bahwa mereka tidak mau dilatih oleh DDJ dengan alasan DDJ otoriter dan tidak mau mendengarkan masukkan dari pemain. Hal inilah yang menjadi bahasan hangat saat itu di kalangan bobotoh, banyak bobotoh menilai pemain Persib yang berlabel bintang dan dikontrak dengan nilai tinggi justru pongah, angkuh dan bermental tempe, karena saat DDJ menerapkan pola disiplin tinggi mereka menolaknya. Hasilnya DDJ diberhentikan sebagai pelatih dengan alasan tidak diterima oleh pemain dan kegagalannya di Inter Island Cup atau kompetisi pra musim dimana Persib mendapat pelajaran penting melalui kekalahan menyakitkan 6-0 melawan Sriwijaya FC. Dan Jovo Cuckovic, sang asisten pelatih yang juga sebenarnya dibawa oleh DDJ ditunjuk untuk menggantikan kompatriotnya itu.


Perjalanan Persib pun dilanjutkan, namun seperti yang diprediksi banyak orang, Persib terseok-seok di awal musim setelah sempat menunjukkan harapan dengan menaham imbang Persela Lamongan di kandangnya sendiri pada laga perdana, di laga-laga selanjutnya Persib lebih sering kurang beruntung dan menelan kekalahan sampai ahirnya Persib terpuruk di papan bawah klasemen ISL saat kompetisi diliburkan menyabut gelaran AFF Cup.


Jovo Cuckovic pun dinilai gagal dan ahirnya digantikan Daniel Roekito, sebelum putaran pertama ISL habis. Mungkin inilah sejarah terburuk Persib dimana dalam satu musim diarsiteki oleh 3 orang pelatih yang berbeda.
Saat jeda kompetisi menuju putaran 2 ISL, Persib mulai berbenah diri, pemain yang dianggap tidak memberikan kontribusi didepak dari skuad Maung Bandung, diantaranya duo Singapura Baihakki bin Khaizan dan Shahril bin Ishak serta striker asal Argentina, Pablo Alejandro Frances yang dipinjamkan ke Persikab Kabupaten Bandung. 3 pemain pun didatangkan, diantaranya Herman Abanda,Shohei Matsunaga dan Miljan Radovic.


Di awal putaran kedua ISL, secercah harapan kebangkitan Persib muncul, diawalai dengan menahan imbang Semen Padang dan mengalahkan Pelita Jaya dimana keduanya merupakan laga tandang, Persib meraih hasil yang positif. Namun ketika Persib berhadapan dengan sama-sama tim besar, Persib seolah tak berdaya, dikalahkan Persija , dan ditahan imbang Persipura di kandang sendiri tentu bukan hasil yang diharapkan semua pihak, ditambah kalah oleh juara musim lalu Arema,Persija Jakarta dan tim kacangan PSPS Pekanbaru baru-baru ini.


Bobotoh pun masih dibuat bingung sebenarnya apa kekurangan Persib sehingga musim ini dirasa begitu berat, namun satu hal yang paling jelas adalah kekisruhan di dalam tim Persib sendirilah yang membuat klub kebanggan warga Jawa Barat ini terpuruk. Tidak perlu menyalahkan siapapun, yang jelas saat ini dibutuhkan kekompakkan untuk membuat Persib kembali kepada track nya. Semua persoalan yang menjadi perselisihan tentu harus diselesaikan dengan kepala dingin dengan semangat pangeran biru, supaya sang maung yang kini sedang tertidur bisa terbangun kembali dan mengaum dengan keras.


Ingat di depan masih ada kompetisi Piala Indonesia yang masih memberikan peluang bagi Persib untuk berprestasi, apalagi Persib menjadi salah satu tim unggulan bersama 7 klub lainnya. Tentunya bobotoh sudah rindu melihat sang maung mengangkat trophy, penantian 17 tahun bukanlah waktu yang sebentar.


Dan kita sebagai bobotoh sudah sewajarnya memberikan dukungan tiada henti bagi klub kebanggan kita Persib Bandung, karena makna seorang bobotoh Persib menurut saya adalah seorang supporter yang selalu memberikan dukungan 100% saat tim nya meraih kemenangan serta memberikan dukungan 200% saat timnya mengalami kekalahan.
Read more...

Gol untuk Si Jabang Bayi

SEJAK mencetak gol pertamanya musim ini ke gawang Persiwa Wamena tanggal 24 Maret lalu, Airlangga Sucipto terus menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang striker haus gol. Tiga hari berselang, Airlangga pun mencetak gol ke gawang Persipura Jayapura.

Pada saat berhadapan dengan Persisam Putra Samarinda, Ronggo --sapaan akrabnya-- mampu mencetak dua gol, masing-masing di menit 25 dan 40. Yang menarik, dua gol tersebut diciptakan melalui sundulan, umpan sepak pojok Miljam Radovic. Tidak salah jika Ronggo disebut sebagai bintang lapangan dalam pertandingan kemarin malam.

Keberhasilan mencetak dua gol dalam satu pertandingan membuat Ronggo sangat puas. Apalagi, dua golnya tersebut ikut mengantarkan tim "Maung Bandung" menang telak 4-1 atas Persisam Putra.

"Alhamdulillah, saya bisa mencetak gol dalam pertandingan ini. Dan yang paling membuat saya bangga, Persib bisa meraih poin penuh," ujarnya kepada wartawan usai pertandingan.

Sebelum masuk ke lapangan Stadion Si Jalak Harupat, Ronggo bertekad mencetak gol ke gawang Persisam Putra. Usai menctak gol pertamanya di menit 25, ia semakin termotivasi untuk kembali menjebol gawang Persisam.

"Sebagai striker, tugas saya mencetak gol. Ternyata, tekad saya menjadi kenyataan, bahkan dua gol dalam pertandingan ini," kata pemain bernomor punggung 9 ini.

Diakui Ronggo, sebenarnya ia ingin mencetak hattrick. Namun ia tidak mau egois dan mementingkan kemenangan tim di atas target pribadi. "Ya, mudah-mudahan saja di pertandingan lain saya bisa mencetak hattrick," terangnya.

Dua gol ke gawang Persisam, menjadi ajang pembuktian bagi Ronggo, yang selama ini selalu dibangkucadangkan. Ia ingin mendapatkan kepercayaan dari pelatih untuk tampil sebagai starter.

"Tentunya saya ingin mendapatkan kepercayaan dari pelatih untuk meningkatkan kemampuan. Kalau jarang tampil, saya tidak akan berkembang," harapnya.

Kedua gol yang diciptakan Ronggo didedikasikan bagi jabang bayi yang tengah dikandung istrinya, Agnes Lugina. "Istri saya sedang mengandung dua bulan. Saya dedikasikan dua gol ini bagi anak saya, juga buat bobotoh yang tidak henti-hentinya memberikan dukungan," pungkasnya.
Read more...

Persib Siap Ladeni Arema

Tanpa diperkuat Eka Ramdani dan Atep, Persib Bandung menyatakan kesiapannya untuk meladeni permainan Arema Indonesia, pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kab. Malang, Jumat (1/4) pukul 15.30 WIB.

Kendati pelatih Daniel Roekito tidak berani secara terbuka menjanjikan kemenangan, Persib tetap mengintip raihan poin dari laga melawan sang juara bertahan ini.


"Arema itu tim bagus. Tetapi kita harus lebih siap meladeni mereka," ucap Daniel usai sesi latihan pagi di Stadion Kanjuruhan, seperti dikutip situs resmi Persib, Kamis (31/3).


Untuk mengimbangi permainan Arema di hadapan pendukungnya sendiri, Daniel mengaku sudah menyiapkan formulanya. Termasuk kesiapan fisik dan mental. Daniel juga berharap, para pemainnya bisa bermain cepat, terutama pada saat masa transisi dari menyerang ke bertahan dan sebaliknya.


"Kecepatan itu diperlukan untuk daya ledak bermain saat berhadap-hadapan dengan lawan. Selain itu, kecepatan adalah kunci untuk memenangkan pertarungan di lapangan. Untuk memiliki kecepatan, kita harus memiliki ketahanan tubuh yang baik," katanya.


Daniel berharap, pengalaman manisnya saat membawa Persiba menjadi satu-satunya tim yang mampu menjungkalkan "Singo Edan" di Stadion Kanjuruhan pada musim lalu, bakal terulang. "Tahun lalu, saya menang di sini. Dengan materi pemain muda, saat itu para pemain saya tampil dengan semangat tempur yang luar biasa," kata Daniel, mengenang pengalaman manisnya pada musim lalu.


Dari pengalamannya itu, bukan tidak mungkin kali ini pun Daniel akan lebih banyak mengandalkan para pemain muda. Dari 18 pemain Persib yang diboyong Daniel ke Malang, ada beberapa pemain muda yang boleh jadi bakal diturunkannya. Mereka adalah Muhammad Agung Pribadi, Wildansyah (bek), Dias Angga Putra (gelandang), dan tentu saja Matsunaga Shohei, penyerang asal Jepang yang baru berusia 22 tahun.


Isu pemogokan


Meskipun harus diperjuangkan dengan kekuatan penuh, peluang Persib untuk membawa pulang poin sebenarnya cukup terbuka. Selain punya pengalaman pernah mengalahkan Arema di hadapan pendukungnya, suasana kurang kondusif di internal tim calon lawannya itu bisa dijadikan celah untuk memaksimalkan hasil akhir. Bahkan sehari menjelang laga, isu pemogokan sempat mencuat seperti dilansir Pikiran Rakyat Online.


Di dalam lapangan, kekuatan Arema juga tidak utuh. Sebab pada saat menjamu Persib, pelatih Miroslav Janu dipastikan bakal kehilangan dirigen permainan di lini tengah yaitu Esteban Guillen Tejera, yang dibekap cedera cukup serius pada saat bermain imbang dengan Sriwijaya FC akhir pekan lalu. Arema juga tidak akan diperkuat bek tangguhnya, Leonard Tupamahu akibat hukuman akumulasi kartu kuning.


Soal absennya dua pemain ini, Daniel mengakui, hal itu pasti akan mengurangi kekuatan Arema. Meskipun demikian, Daniel tidak menginginkan pasukannya lengah, karena menurutnya, para pemain pengganti biasanya punya motivasi berlipat jika dimainkan.


Dari kubu Arema, Pelatih Miroslav Janu mewanti-wanti pasukannya untuk bermain tenang dan tidak menghiraukan persoalan di luar lapangan. "Kita butuh bermain tenang dan tidak terbebani dengan problem dan hasil selama ini. Tak ada masalah, siapa nanti yang menggantikan Esteban dan Leo, kita siap menang," kata Janu seperti dikutip situs ongisnade.co.id.


Arema Bantah Pemainnya Mogok Latihan


Wakil Manajer Arema Abriadi Muhara membantah jika para pemainnya mogok berlatih satu hari sebelum laga pertemuan dengan Persib Bandung. Ketika ditemui di mess Arema, Jln. Pelirang Kota Malang, Kamis (31/3) Abriadi mengatakan, jadwal para pemain hari ini adalah "video meeting".


"Bukan mogok. Pemain kami tidak mogok. Soal uji coba lapangan, itu tidak penting karena tiap hari juga berlatih di sana (Stadion Kanjuruhan-Red.)," kata Abriadi.


Ia juga menegaskan tidak ada masalah untuk laga bertemu Persib Bandung pada Jumat (1/4) di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Kab. Malang. "Besok Arema pasti main," katanya.

Read more...

Airlangga Pantas di Skuad Utama


PARA pemain Persib Bandung mendengarkan arahan pelatih Daniel Roekito saat latihan sore di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (29/3).
STD. SILIWANGI,(GM)-
Meski dipaksa menelan kekecewaan karena bermain imbang (2-2) dengan Persipura setelah sebelumnya unggul lebih dulu 2-0, pelatih Persib Bandung Daniel Roekito tetap memuji penampilan anak asuhnya, terutama striker Airlangga Sucipto.

Airlangga yang tampil di dua pertandingan terakhir, yaitu saat melawan Persiwa Wamena dan Persipura Jayapura, mampu membayar kepercayaan yang diberikan pelatih dengan mencetak gol. "Airlangga itu sangat bagus. Dia bisa membayar kepercayaan yang diberikan pelatih," kata Daniel usai memimpin latihan di Stadion Siliwangi, Senin (28/3).

Menurut Daniel, Airlangga membuktikan dirinya seorang petarung. Dia tidak takut dengan pemain lawan. Gol-gol yang diciptakannya saat melawan Persiwa Wamena dan Persipura Jayapura telah menunjukan Airlangga pantas menjadi pilihan utama. "Dia memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Saya suka itu," kata Daniel.

Penilaian berbeda dilayangkan Daniel terhadap Cristian Gonzales. Menurut Daniel, Gonzales telah menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan olehnya.

"Gonzales lambat. Ini yang harus diperbaiki olehnya. Tadi saya sudah bicara kepadanya untuk memperbaiki tembakan ke gawang. Pada saat latihan beberapa kali Gonzales menahan bola. Tapi setelah diminta menendang ke arah gawang ternyata dia bisa mencetak gol. Ketajaman itu bisa diasah," tukasnya.

Introspeksi

Sementara itu, menghadapi lawan berat selanjutnya, Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (1/4) mendatang, Daniel meminta anak asuhnya untuk melupakan hasil menyakitkan 2-2 atas Persipura Jayapura, Minggu (27/3) lalu.

Daniel bahkan meminta para pemainnya untuk instropeksi diri. "Hasil kemarin memang sangat menyakitkan. Oleh karenanya pemain dan saya sendiri harus instropeksi diri. Saya bersyukur anak-anak mau bangkit lagi," katanya.

Diakui Daniel, hasil imbang 2-2 setelah sebelumnya memimpin 2-0 dari Persipura memang menjadi pelajaran bagi Persib. Sepanjang 20 menit terakhir, Persipura mampu menguasai dan menyerang Persib. Akibatnya, para pemain menjadi takut kalah.

Sepanjang waktu itu, lanjutnya, Persib harus menjaga lini pertahanannya. Anak-anak menjadi capek dan bingung. Buntutnya, mental turun. "Kita memang kalah mental. Mereka mampu mengejar ketertinggalan 2-0 menjadi 2-2. Itu mental juara," aku Daniel.

Ia mengatakan, untuk memperbaiki mental memang bukan hal yang mudah. Mental tidak bisa dibangun dalam waktu sekejap. "Mental memang masih menjadi PR kita. Membentuk mental memang memerlukan waktu. Tapi saya terus memompa motivasi anak-anak agar tidak memikirkan hasil kemarin dan bisa bangkit. Masih banyak pertandingan yang harus dilalui Persib," tutur mantan pelatih Persiba Balikpapan ini.
Read more...

Siap Tampil, Atep Cedera



Setelah absen dalam dua laga, kapten tim Persib Bandung, Eka Ramdani diperkirakan bisa tampil saat "Maung Bandung" tandang ke kandang Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (1/4) mendatang.

Namun demikian, dalam pertandingan tersebut Persib kembali harus kehilangan salah satu gelandangnya. Atep terancam tidak bisa tampil karena mengalami cedera saat Persib ditahan imbang Persipura Jayapura, Minggu (27/3) lalu.

"Cedera Eka sudah mulai membaik. Memang masih ada sedikit rasa nyeri, tapi diperkirakan bisa tampil saat melawan Arema nanti," kata dokter tim, dr. Rafi Ghani di sela-sela latihan Persib di Stadion Siliwangi, Senin (28/3).

Pada latihan kemarin, Eka juga sudah tampak belatih dengan rekan lainnya. Sedangkan Atep, meski hadir di Stadion Siliwangi, hanya duduk menyaksikan rekannya latihan.

Menurut Rafi, Atep mengalami cedera engkel otot kaki akibat salah posisi saat jatuh. Tepatnya, Atep mengalami cedera di atas engkel kaki kiri.

"Cederanya cukup parah, ada pembengkakan di bagian engel kaki kirinya. Dia salah pijakan saat melakukan penyelamatan bola. Jadi kemungkinan tidak bisa main saat melawan Arema," jelasnya.

Rafi mengatakan kemungkinan besar Atep harus beristirahat selama satu minggu untuk melakukan terapi. Selain terapi, Rafi juga memberikan obat-obatan seperti salep dan obat penyembuhan lainnya.

Sementara itu, Atep mengaku lebih menyerahkan masalah kebugarannya kepada dokter tim. Hal itu agar cedera yang dideritanya bisa lekas sembuh. "Saya rasa tidak akan main lawan Arema. Cedera ini butuh waktu penyembuhan hingga satu minggu," kata Atep.

Pelatih Persib Bandung, Daniel Roekito pun mengakui, kemungkinan besar Atep tidak akan dibawa ke Malang, Rabu (30/3) ini. Baginya lebih baik Atep beristirahat dan segera pulih agar bisa kembali bermain. "Sepertinya kondisi Atep tidak memungkinkan. Jadi lebih baik ditinggal di Bandung.

Read more...

Radovic Tampil Luar Biasa!


Gelandang asal Montenegro, Miljan Radovic tampil fantastis dan berkontribusi besar di balik kemenangan yang diraih Persib Bandung atas Persiwa Wamena dengan skor 5-2 (2-0), pada pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011, di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Kamis (24/3).

Dalam pertandingan ini, Radovic mencetak hattrick melalui gol yang dicetaknya pada menit 8, 76, dan 90 serta satu assist untuk gol yang dibuat Hilton Moreira pada menit 73. Satu gol Persib lainnya diciptakan Airlangga pada menit 36. Sedangkan dua gol balasan Persiwa dicetak Ferdinand Alfred Sinaga menit ke-60 dan Habel Satya pada menit 68.

Berkat kemenangan tersebut, Persib merangsek ke peringkat 9 dengan mengumpulkan nilai 22. Sedangkan Persiwa tertahan di peringkat 7 dengan mengumpulkan nilai 27. Selanjutnya, Persib akan menjamu Persipura Jayapura di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Minggu (27/3).

Penampilan fantastis Radovic dalam laga keempatnya ini diakui pelatih Persib, Daniel Roekito. "Radovic memang pantas jadi bintang dalam pertandingan ini. Dia mencetak tiga gol dan satu assist. Secara keseluruhan, dia juga tampil baik. Ini kemenangan yang sangat luar biasa," katanya, usai pertandingan.

Namun Daniel tak mau larut dalam pesta kemenangan yang juga dirayakan bobotoh ini. "Masih ada kekurangan yang harus kita perbaiki. Tapi mudah-mudahan, kemenangan ini bisa meningkatkan kepercayaan diri pemain," katanya.

Daniel mengakui, pola permainan anak asuhnya sempat mengalami kekacauan di awal babak kedua, terlebih setelah Persiwa mencetak gol balasan. "Ini yang harus saya benahi. Tapi masuknya Hilton dan Siswanto membuat anak-anak bangkit lagi," katanya.

Dari kubu Persiwa, pelatih Suharno menunjuk faktor konsentrasi dan kedisiplinan para pemainnya sebagai penyebab kekalahan dalam laga tersebut. "Tiga gol Persib tercipta dari bola mati dan gol lainnya tidak dikawal, itu artinya pemain kami tidak disiplin dan kurang konsentrasi. Tapi secara keseluruhan anak-anak tampil bagus. Sempat bisa menyamakan skor 2-2, buat saya merupakan hal yang sangat luar biasa," kata mantan pelatih Persikab Kab. Bandung ini.

Tanpa Eka dan Gonzales

Sempat diwarnai masuknya seekor anjing ke tengah lapangan di awal laga, gawang Persib terancam lebih dulu oleh tandukan Yesaya Desnam yang membentur mistar gawang Cecep Supriyatna. Ancaman ini terjadi menyusul sebuah kesalahan yang dilakukan Hariono ketika menghalau bola ke depan kotak penalti sendiri.

Namun dua menit berselang, tepatnya pada menit 8, Persib membuka keunggulan melalui tendangan bebas Radovic yang sempat membentur tiang sebelum menggetarkan jala gawang Persiwa, yang dijaga Galih Firmansyah.

Unggul 1-0, para pemain Persib tampil semakin menekan. Pada menit 18, Radovic punya kesempatan mencetak gol kedua, namun tendangannya dari jarak dekat masih menyamping. Selang semenit, tendangan Atep masih bisa diantisipasi Galih.

Setelah Ferdinand sempat mengancam gawang Cecep Supriyatna, secara beruntun dua tendangan Atep dan satu dari Matsunaga Shohei mengancam gawang Persiwa. Tapi Persiwa tak tinggal diam, karena pada menit 28, tandukan Boakay nyaris membobol gawang Persib andai Cecep tak mampu menepisnya.

Pada menit 36, Persib akhirnya bisa menggandakan keunggulan lewat gol Airlangga, setelah mengelabui Galih yang mencoba menghadang lajunya di kotak penalti. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persib memulai laga dengan lamban. Situasi ini dimanfaatkan Persiwa untuk menekan. Hasilnya, pada menit 60, mantan pemain Persib U-23, Ferdinand Alfred Sinaga bisa memperkecil ketinggalan melalui sontekannya yang gagal dihadang Cecep. Gol itu membuat permainan Persib kacau dan tidak terkoordinasi dengan baik.

Ditambah kepanikan lini pertahanan yang tidak mampu diatasi, Persiwa akhirnya bisa menyamakan kedudukan pada menit 68 melalui gol spektakuler Habel Satya. Berawal dari jebakan off-side yang gagal, Cecep terpaksa harus meninggalkan sarangnya untuk menghalau bola. Bola melambung melewati garis tengah. Habel Satya yang menerima bola langsung melambungkan bola ke gawang Persib yang sudah kosong melompong ditinggalkan Cecep.

Skor 2-2 membuat permainan Persib semakin kacau. Untuk mengatasi kekacauan tersebut, Daniel memasukkan Siswanto menggantikan Gilang Angga Kusumah dan Hilton Moreira menggantikan Isnan Ali pada menit 72.

Bobotoh kembali bersorak ketika Persib kembali unggul melalui gol yang dicetak Hilton lewat sentuhan pertamanya, memanfaatkan umpan matang Radovic dari sektor kiri pertahanan Persiwa.

Hanya berselang tiga menit, Radovic mencetak gol keduanya melalui tendangan bebas yang membuat Persib unggul 4-2. Di pengujung laga, Radovic melengkapi hattrick lewat golnya yang kali ini melalui tendangan jarak jauh. Pada pertandingan ini, Persiwa terpaksa bermain dengan sepuluh orang setelah Habel Hatya mendapatkan kartu merah pada menit 83.
Read more...

Jadwal pertandingan persib

Putaran II

Sabtu, 05 Mar 2011 Semen Padang vs PERSIB  LIVE ANTV 19.00 WIB 1 - 1
Sabtu, 12 Mar 2011 Pelita Jaya vs PERSIB  LIVE ANTV 19.00 WIB 1 - 2
Jum'at 18 Mar 2011 PERSIB vs Persija  LIVE ANTV 17.30 WIB 2 - 3
Kamis, 24 Mar 2011  PERSIB vs Persiwa  LIVE ANTV 19.00 WIB
Minggu, 27 Mar 2011  PERSIB vs Persipura LIVE ANTV 19.00 WIB
Jum'at 01 Apr 2011 Arema vs PERSIB LIVE ANTV 15.30 WIB
Sabtu, 09 Apr 2011 PERSIB vs Bontang FC LIVE ANTV 19.00 WIB
Rabu, 13 Apr 2011  PERSIB vs Persisam LIVE ANTV 19.00 WIB
Senin, 18 Apr 2011  PERSIB vs PSPS LIVE ANTV 15.30 WIB
Jum'at 22 Apr 2011 PERSIB vs Sriwijaya FC LIVE ANTV 15.30 WIB
Sabtu, 07 Mei 2011  Persijap vs PERSIB LIVE ANTV 19.00 WIB
Sabtu, 28 Mei 2011 Persiba vs PERSIB  LIVE ANTV 19.00 WIB
Kamis, 16 Jun 2011 PERSIB vs Persela  LIVE ANTV 19.00 WIB
Minggu, 19 Jun 2011 PERSIB vs Deltras

Jadwal bisa pindah kapan aja!!
Read more...

Abaikan Kisruh Manajemen!

Kekalahan 2-3 dari Persija Jakarta telah menorehkan luka bagi Persib Bandung. Karena itu, pada saat menjamu Persiwa Wamena di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Kamis (24/3) pukul 19.00 WIB, Persib bertekad meraih kemenangan yang bisa dijadikan obat luka atas kekalahan dari Persija tersebut.

"Saya tidak memikirkan apa yang terjadi di sekitar tim. Semua pemain harus fokus menghadapi Persiwa. Saya ingin sebuah kemenangan dari pertandingan ini," kata pelatih Persib, Daniel Roekito usai memimpin sesi latihan pagi di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (23/3).

Selain berharap para pemainnya tidak terpengaruh persoalan internal yang tengah melanda manajemen klub, Daniel juga berusaha tidak terlalu memusingkan beberapa pemain kuncinya yang dibekap cedera seperti Eka Ramdani, Cristian Gonzales, dan Muhammad Agung Pribadi. Selain itu, pada saat menjamu Persiwa, Daniel pun dipastikan bakal kehilangan Abanda Herman di sektor pertahanan, karena harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.

"Eka masih sakit. Begitu juga dengan Gonzales, meski cederanya tidak separah Eka. Agung juga masih cedera. Tapi saya ingin yang terbaik dari pertandingan ini. Karena itu, saya akan mainkan pemain yang bugar-bugar saja," kata mantan pelatih BPD Jateng, Barito Putra, Persik Kediri, dan Persiba Balikpapan ini.

Soal komposisi tim yang bakal diturunkannya jika ketiga pemain tersebut tidak tampil, Daniel masih merahasiakannya. "Soal formasi tim, kita lihat saja besok (hari ini, red). Yang pasti, semua pemain yang bugar punya kesempatan tampil," katanya.

Meskipun demikian, dari game internal yang digelarnya pada sesi latihan terakhir sebelum pertandingan, kemungkinan besar Daniel akan memasukkan nama Nova Arianto, Wildansyah (stoper), Gilang Angga Kusumah (bek sayap kanan), dan Airlangga (striker) dalam daftar starter yang bakal diturunkannya. Dalam pertandingan melawan Persija, keempat pemain ini hanya berstatus sebagai pemain pengganti.

Persiwa realistis

Sementara itu, kubu Persiwa memilih sikap realistis. Pelatih tim dari pegunungan tengah Papua ini, hanya mencanangkan target imbang dalam pertandingan ini. "Saya tidak melihat kekalahan Persib dari Persija kemarin. Persib tetap merupakan tim bagus dan didukung materi pemain yang berkualitas," ujar pelatih Persiwa, Suharno usai sesi uji coba lapangan Stadion Si Jalak Harupat, kemarin.

Untuk bisa meraih poin dari Persib, Suharno menginstruksikan para pemainnya untuk tampil disiplin dan konsentrasi penuh sepanjang pertandingan. Kejadian saat takluk 1-2 di kandang Sriwijaya FC, harus dijadikan pelajaran berharga bagi para pemain.

"Kita sempat unggul, namun setelah itu pemain menurunkan tempo permainan dan tidak disiplin dalam menjaga lawan. Saat melawan Persib, kondisi seperti ini jang sampai terjadi lagi," terangnya.

Kekuatan Persiwa sedikit pincang menyusul absennya tiga pilarnya yakni Edison Pieter Rumaropen, Shibakoya Yuichi, dan Joko Kuspito. "Peter sakit dan Shiba akumulasi kartu. Sedangkan Joko izin pulang karena ayahnya meninggal tadi pagi (kemarin, red). Selain itu, kondisi Erick Weeks dan Boakay Edy Foday masih belum fit. Jadi untuk formasi pemain, kita lihat perkembangan pemain yang ada hingga menjelang pertandinan," tegas mantan pelatih Persikab Kab. Bandung di Liga Indonesia (LI) IV/1997-1998 ini.
Read more...

Dua Pesaing Persib U-21 Tersingkir

Dua dari empat pesaing Persib Bandung U-21 yang tengah memperebutkan dua tiket ke babak 6 Besar Liga Super Indonesia (LSI) U-21 2010/2011 dari Grup 1, dipastikan sudah tersingkir. Kedua tim tersebut adalah Sriwijaya FC U-21 dan Persija Jakarta U-21 yang bermain imbang 1-1 di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, Rabu (23/3).

Hasil imbang tersebut menjadikan Sriwijaya FC yang baru mengumpulkan nilai 4 dari 7 laga dan Persija dengan 6 poin dari 6 pertandingan, sudah tidak memungkinkan lagi menerobos ke posisi 2 Besar klasemen akhir Grup 1, karena keduanya hanya memiliki 1 dan 2 partai tersisa.

Satu-satunya tim yang masih bisa mengejar perolehan poin Persib U-21 dan Semen Padang U-21 yaitu 13 angka, tinggal PSPS Pekanbaru U-21. Menyisakan tiga pertandingan lagi, kini PSPS berada di posisi keempat klasemen sementara dengan mengumpulkan nilai 5.

Karena nilai yang dikumpulkan PSPS pun terpaut cukup jauh, hampir bisa dipastikan dua tiket ke babak 6 Besar dari Grup 1 akan menjadi milik Persib U-21 dan Semen Padang. Persib U-21 akan memastikan tiket ke putaran final jika bisa memenangkan laga melawan Persija di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Minggu (27/3).
Read more...

Izin Bertanding di Soreang Sudah Turun


Para pencinta tim Persib Bandung patut bersyukur. Pertandingan kandang Persib kontra Persiwa yang sedianya dikabarkan tak bisa berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat karena pada pertandingan sebelumnya sempat terjadi kerusuhan, seusai Persib kalah atas Persija, sudah mendapat izin dari kepolisian.

Sekretaris Panpel Pertandingan Persib Budi Bram mengatakan, pihaknya telah mendapatkan izin untuk menggelar pertandingan Persib kontra Persiwa pada Kamis (24/3). Maka, bobotoh tidak perlu khawatir tidak bisa menonton Persib di Jalak Harupat.

"Alhamdulillah, Persib boleh main di Jalak dengan ditonton bobotoh," ujar Budi, Selasa (22/3).

Mengenai kerusuhan yang ditakutkan akan terjadi, Budi mengatakan, pihaknya sudah bekerja sama dengan kepolisisan untuk mengatasi kerusuhan. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah adanya pelemparan botol oleh bobotoh selama pertandingan.

Disinggung masalah tiket, dia mengatakan tiket baru disebar lusa. Tiket pertandingan dapat dibeli di Stadion Persib, Jl Ahmad Yani Bandung. Harga tiket bervariasi mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 75.000 untuk tiket VIP.

Budi meminta bobotoh untuk menjaga ketertiban. Dengan demikian, pada pertandingan mendatang Persib tidak akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan izin.
Read more...

Tong salah umpan

Kesalahan fatal Persib selama ini adalah seringnya salah umpan. Kesalahan seperti ini janganlah dianggap kecil dan biasa, karena pada saat posisi menyerang pemain belakang tidak siap untuk mengantisipasi serangan balik lawan. Hati-hati dengan kecepatan Greg, Aliyudin atau M. Ilham bisa membahayakan gawang persib pada saat melakukan serangan balik.
Matikan gerakan penyerang Persija sedini mungkin (sebelum masuk kotak 16).
Satu hal lagi yang belum dimiliki pemain Persib adalah eksekutor bola mati. Kang Daniel harus mengasah pemain persib minimal 3 orang dari starting eleven untuk dipersiapkan mengambil tendangan bebas. Bentuk eksekutor bola mati Persib sekaliber David Beckham, Roberto Carlos atau Christiano Ronaldo, sehingga setiap tendangan bebas Persib berpotensi ciptakan Goal.
Saat ini tim lawan tidak menganggap hal yang krusial jika Persib mendapatkan tendangan bebas, karena tidak membahayakan.
Persija bukan tim yang sulit ditaklukan.
Kelemahan Persija adalah pada lini pertahanan, karena typikal pemain persija adalah attacking bukan defender murni. Hal ini terbukti pada setiap pertandingan Tim persija selalu menerapkan strategi ofensif.
Semoga striker persib bisa memanfaatkan ini menjadi peluang untuk mencetak sebanyak-banyaknya goal. Jangan pernah buang peluang, karena hal ini akan membuat lini tengah/belakang persib frustasi.
Semoga pada hari Jum\'at , Persib telah berbenah menjadi tim yang memiliki mental juara lagi.
Bravo Persib... maju terus .... Gasak lawan-lawanmu....!!!
Puaskan bobotoh.....
Read more...

WASIT ASING PIMPIN PERSIB-PERSIJA

Persib-Persija Dipimpin Wasit Asal Malaysia

Pertandingan prestisius antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Jumat (18/3), dipastikan bakal dipimpin wasit asing asal Malaysia. Pengadil yang berasal dari negeri jiran itu bernama Shokri Nor dan sudah tiba di Bandung, Rabu (16/3).

"Betul, pertandingan nanti akan dipimpin wasit asal Malaysia. Malam ini (semalam, red) sudah tiba di Bandung," kata Media Officer Panpel Persib, Irfan Suryadiredja ketika dihubungi "GM", Rabu (18/3) malam.

Berdasarkan catatan "GM", Shokri merupakan wasit asing kedua yang memimpin pertandingan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011. Wasit asing pertama yang memimpin LSI 2010/2011 adalah Suhaizi bin Shukri yang juga berasal dari Malaysia. Suhaizi memimpin laga Persija kontra Persiba Balikpapan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, 13 Maret lalu.

Kecuali termasuk wasit senior, tidak banyak catatan yang didapatkan "GM" tentang wasit asal asal Penang ini. Hanya saja, dari penelusuran yang dilakukan "GM", pada tahun 2005, Shokri sempat memimpin laga semifinal Piala Malyasia antara Selangor FA dan Trengganu di Stadion Shah Alam Selangor. Dalam pertandingan ini, striker Persija, Bambang Pamungkas menyumbangkan dua gol untuk Selangor FA.

Catatan lain yang ditemukan "GM" di situs New Strait Times, sejumlah keputusan Shokri sempat dipermasalahkan sejumlah klub. Pada bulan Februari 2006, pelatih Selangor, Dollah Saleh sempat mengecam kepemimpinan wasit ini ketika timnya menghadapi MPPJ di Liga Super Malaysia. Saking marahnya, Dollah sempat mengatakan klubnya dirampok Shokri.

Pada tahun 2008, giliran pelatih Perak, Steve Darby yang mempersoalkan hukuman penalti yang diberikan Shokri ketika timnya menghadapi Selangor di Liga Super Malaysia. Setahun kemudian, Perlis juga mempersoalkan keputusan hukuman penalti buat timnya ketika menghadapi Kelantan di semifinal Piala Malyasia.
Read more...

Target tiga poin

Persib Targetkan Poin Tiga di Karawang  



Persib Bandung bertekad mencuri poin saat menantang Pelita Jaya Karawang dalam lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Singa Perbangsa, Kabupaten Karawang, Sabtu (12/3) malam. Pelatih Persib Daniel Roekito memastikan anak-anak asuhannya siap tempur.

"Kondisi terakhir anak-anak, fisik, mental, dan taktik sudah bagus. Target minimal, menang. Harus menang sehingga bisa memberikan kado terbaik untuk ulang tahun Persib ke-78 tahun hari Senin (14/3) nanti," ujar Daniel sesaat sebelum Maung Bandung bertolak ke Karawang di Stadion Persib Bandung, Jumat (11/3).

Ia pun mengharapkan anak-anak Maung bisa tampil lepas dalam laga derby Jawa Barat besok malam. "Saya juga sudah minta anak-anak supaya jangan sampai mudah terpancing emosi. Jangan juga main terlalu hati-hati karena nanti malah susah berkembang dan terbawa taktik dan tempo permainan lawan," kata Daniel.

Adapun tentang tim lawan besok, Daniel menilainya sebagai tim dengan fighting spirit luar biasa. Pelita, kata dia, punya sederet pemain asing berkualitas seperti penyerang tim nasional Malaysia Mohd Safee Sali. "Khusus untuk Safee, saya sudah siapkan (pemain bertahan) Abanda Herman untuk menjadi banteng yang menghadang Safee," ujarnya.

Daniel menyebutkan, ke Karawang, pihaknya memboyong 20 dari 25 pemain Maung. Hilton Moreira, yang diganjar kartu merah saat bertandang ke kandang Semen Padang pekan lalu, adalah salah satu pemain yang tak diboyong.

Gelandang Persib Eka Ramdani juga meyakinkan persiapan timnya sudah maksimal. "Mudah-mudahan besok kami juga bisa mendapat hasil maksimal (menang)."

Eka mengakui Pelita kini dipekuat Safee yang dinilanya sebagai pemain dengan kecepatan dan tenaga bagus. "Tapi (Safee) nggak usah dibesar-besarkan juga karena pemain Pelita bukan cuma dia. Jangan sampai terlalu fokus mengawal Safee terus lengah (menjaga pemain lainnya)," tandasnya.
Read more...

Persib Diizinkan Jamu Persija di Jalak Harupat

Bandung - Persib mendapatkan izin menjamu Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI), Jumat (18/3/2011) mendatang.

Sekretaris Panpel Persib Bandung Budi Bram Rachman mengatakan, surat izin tersebut, dikeluarkan langsung Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bandung, Selasa (8/3/2011) serta ditandatangani Kadisbudpar Kabupaten Bandung, Marlan SIp, MSi dengan nomor: 426.22/168/Bid-OR, tertanggal 8 Maret.

"Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bandung yang telah ikut mendukung Persib yang akan bertanding melawan Persija di Stadion Si Jalak Harupat," kata Bram saat dihubungi INILAH.COM melalui ponselnya, Selasa (8/3/2011).

Dengan keluarnya izin penggunaan stadion tersebut, panpel akan segera mengurus izin penyelenggaraan pertandingan ke Polres Bandung. Sebab, kata dia, salah satu syarat memulai perizinan adalah dengan adanya surat keputusan penggunaan stadion. "Besok kita tinggal mengurus soal izin dari pihak kepolisian," ucapnya.

Soal pernyataan sikap dari panpel dan bobotoh seperti diinginkan pihak kapolrestabes Bandung panpel siap melakukannya. "Selama ini kami selalu siap dan selalu ada pernyataan, hanya tinggal dari bobotohnya saja. Kami berharap semuanya berjalan lancar, dan bobotoh pun saya rasa tidak ada masalah. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar," harap Bram.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bandung Marlan mengatakan, izin penggunaan stadion akan diberikan pada setiap pertandingan, tidak sekaligus sampai akhir kompetisi. Laga perdana akan dijadikan patokan izin-izin selanjutnya.

"Jika pada pertandingan nanti dan selanjutnya berjalan lancar, aman dan tertib, kami mempersilakan Persib menggunakan stadion seterusnya. Tapi sebaliknya, jika ada kerusuhan atau perusakan fasilitas stadion oleh oknum bobotoh, kami akan tinjau ulang lagi izin untuk pertandingan berikutnya," tegasnya.
Read more...